Dalam dunia konstruksi modern, penggunaan bata ringan (Autoclaved Aerated Concrete/AAC) semakin meluas. Material ini dikenal karena bobotnya yang ringan, kemudahan pengerjaan, serta efisiensi waktu yang ditawarkannya. Namun, meskipun bata ringan dianggap sebagai solusi praktis untuk pembangunan masa kini, masih ada perdebatan yang sering muncul di lapangan: apakah bata ringan perlu dicelupkan atau dibasahi dengan air sebelum dipasang?
Sebagian tukang berpendapat bahwa pembasahan bata ringan tidak diperlukan karena menggunakan perekat instan. Di sisi lain, ada pula yang meyakini bahwa pencelupan adalah langkah wajib agar struktur bangunan tidak mudah retak. Untuk menjawab keraguan ini, mari kita telusuri mitos dan fakta di balik praktik tersebut berdasarkan prinsip teknik bangunan dan pengalaman di lapangan.
Struktur Bata Ringan: Kenapa Ia “Haus”?
Untuk memahami kebutuhan pembasahan, kita perlu mengetahui dulu sifat dasar dari bata ringan. Tidak seperti bata merah yang padat, bata ringan dibuat melalui proses aerasi yang menciptakan ribuan pori-pori kecil di dalamnya. Struktur ini menjadikan bata ringan sangat ringan, namun juga sangat menyerap air.
Ketika bata ringan dipasang dalam keadaan kering sepenuhnya, pori-porinya akan langsung menyerap air dari mortar instan atau perekat khusus yang digunakan. Proses ini mengganggu reaksi hidrasi semen yang seharusnya terjadi dengan cukup air. Tanpa proses hidrasi yang sempurna, maka ikatan antara bata dan perekat menjadi lemah, dan risiko timbulnya retakan rambut pada dinding pun meningkat.
Fakta: Membasahi Bata Ringan Meningkatkan Kualitas Ikatan
Membasahi permukaan bata ringan sebelum pemasangan adalah praktik yang disarankan oleh banyak produsen dan ahli bangunan. Tujuannya bukan untuk membasahi secara berlebihan, melainkan hanya untuk menurunkan daya serap awal dari permukaan bata. Dengan begitu, perekat tidak kehilangan air terlalu cepat, dan proses penempelan bisa berlangsung optimal.
Dalam kondisi panas terik, misalnya, pori-pori bata bisa menyerap air perekat lebih cepat lagi. Ini sering menyebabkan pengerasan instan pada bagian perekat yang bersentuhan langsung dengan bata, tetapi tidak cukup kuat menahan beban jangka panjang. Dengan membasahi bata, kita menciptakan kelembapan permukaan yang memungkinkan perekat menempel merata dan kuat.
Mitos: Bata Harus Direndam Penuh ke Dalam Air
Salah satu mitos yang masih sering ditemui di lapangan adalah anggapan bahwa bata ringan harus direndam ke dalam air selama beberapa menit, mirip seperti praktik pada bata merah. Padahal, merendam bata ringan terlalu lama justru bisa menjadi bumerang.
Jika bata terlalu basah:
- Permukaannya bisa menjadi terlalu licin, sehingga lem tidak menempel dengan baik
- Air yang tersimpan di dalam pori-pori dapat keluar kembali dan mengganggu proses pengeringan mortar
- Daya rekat mortar bisa menurun
Yang dibutuhkan sebenarnya hanya sedikit kelembapan. Cukup dengan menyemprot atau mencelupkan sebentar selama 1–3 detik, atau menggunakan kuas basah untuk membasahi permukaan bata sebelum pemasangan.
Cara Praktis di Lapangan
Berikut cara sederhana dan efektif yang biasa digunakan oleh aplikator profesional:
- Gunakan sprayer air untuk membasahi permukaan bata ringan satu per satu sebelum dipasang.
- Jika menggunakan metode celup, cukup celupkan bagian bawah bata ke dalam air selama beberapa detik saja.
- Hindari merendam semua bata sekaligus karena ini bisa menyebabkan pemborosan waktu dan tenaga.
- Perhatikan suhu lingkungan. Di area yang sangat panas, pembasahan bisa dilakukan dua kali: sebelum dan sesaat sebelum pemasangan.
Kesimpulan: Pembasahan Itu Penting, Tapi Harus Tepat
Benar bahwa bata ringan perlu dibasahi sebelum pemasangan, tapi tidak dengan cara yang berlebihan. Tujuannya adalah mengurangi daya serap air yang berlebihan agar lem instan dapat bekerja dengan maksimal. Namun, merendam bata hingga jenuh air justru dapat memperburuk ikatan dan kualitas dinding. Jadi, ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan langkah teknis yang berdampak pada kualitas bangunan. Dan tentu saja beli di website resmi kami yaitu www.bahanmaterial.com dan untuk informasi lebih lengkapnya klik disini