Memasang keramik baru di atas keramik lama kini menjadi solusi populer bagi banyak pemilik rumah yang ingin memperbarui tampilan interior tanpa perlu membongkar lantai lama. Metode ini hemat waktu, biaya, dan tenaga. Namun, tidak sembarangan dilakukan. Ada beberapa persiapan dan teknik yang harus diperhatikan agar hasil pemasangan rapi, kuat, dan tahan lama.
Dalam artikel ini akan membahas secara mendalam cara memasang keramik baru di atas keramik lama, mulai dari syarat permukaan keramik lama, pemilihan bahan perekat, langkah pemasangan, hingga tips perawatan. Simak selengkapnya untuk mendapatkan hasil terbaik dari renovasi lantai Anda!
Kenapa Memasang Keramik Baru di Atas Keramik Lama?
Sebelum masuk ke langkah teknis, mari kita pahami dulu alasan utama mengapa banyak orang memilih cara ini:
1. Efisiensi Waktu dan Biaya
Tidak perlu membongkar keramik lama berarti mengurangi limbah, biaya tukang, dan durasi pekerjaan.
2. Minim Debu dan Kotoran
Proses renovasi lebih bersih dan tidak merusak struktur lantai bawah.
3. Mempertahankan Struktur Awal
Cocok untuk bangunan dengan lapisan beton atau screed yang tidak boleh diganggu.
Namun, pemasangan keramik di atas keramik tetap harus memenuhi syarat teknis tertentu agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Cara Memasang Keramik Baru di Atas Keramik Lama
Syarat Keramik Lama yang Layak Dipasang Keramik Baru
Tidak semua keramik lama cocok dijadikan dasar untuk pemasangan ulang. Berikut syarat-syarat keramik lama yang harus dipenuhi :
- Permukaan Rata dan Kuat
- Keramik lama tidak boleh retak, pecah, atau mengelupas.
- Tidak ada bagian yang mengembung (menggelembung) karena udara atau kelembapan.
- Tidak Licin atau Terlalu Halus
- Permukaan terlalu licin akan menyulitkan perekat untuk menempel sempurna.
- Jika licin, perlu dilakukan pengamplasan atau pengerasan permukaan.
- Bersih dari Kotoran dan Minyak
- Minyak, lilin, dan noda bisa mengganggu daya rekat perekat keramik.
- Keramik Lama Tidak Mengalami Kelembapan Berlebih
- Periksa apakah ada kebocoran air dari bawah lantai. Lantai lembap bisa menyebabkan keramik baru cepat terangkat.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Sebelum memulai, siapkan alat dan bahan berikut :
- Keramik baru (sesuai ukuran dan motif pilihan)
- Mortar keramik khusus (tile adhesive)
- Waterpass atau alat bantu level
- Palu karet
- Tile spacer (jarak antar keramik)
- Alat potong keramik
- Sendok semen atau trowel bergerigi
- Ember dan spons
- Grout (nat keramik)
Catatan : Gunakan tile adhesive berkualitas tinggi yang direkomendasikan untuk pemasangan di atas permukaan keramik.
Langkah-Langkah Memasang Keramik Baru di Atas Keramik Lama
Berikut adalah panduan langkah demi langkah pemasangan keramik baru di atas keramik lama:
- Pemeriksaan dan Pembersihan Permukaan
- Periksa seluruh permukaan lantai.
- Bersihkan permukaan keramik lama dengan deterjen dan sikat agar bebas dari minyak atau kotoran.
- Pengamplasan atau Grinding Permukaan
- Jika permukaan terlalu halus, lakukan pengamplasan agar daya lekat tile adhesive meningkat.
- Pemilihan dan Aplikasi Perekat
- Gunakan tile adhesive yang direkomendasikan untuk aplikasi “tile on tile”.
- Aplikasikan perekat dengan trowel bergerigi secara merata.
- Pemasangan Keramik Baru
- Letakkan keramik baru secara hati-hati di atas perekat.
- Gunakan tile spacer untuk menjaga jarak nat seragam.
- Ketuk pelan dengan palu karet untuk memastikan menempel rata.
- Cek Kerataan Lantai
- Gunakan waterpass untuk mengecek apakah keramik rata.
- Lakukan penyesuaian jika perlu sebelum perekat mengering.
- Pengeringan dan Pemasangan Nat
- Biarkan kering selama 24–48 jam tanpa diinjak.
- Setelah kering, aplikasikan grout untuk mengisi sela-sela keramik.
- Bersihkan sisa grout dengan spons basah.
Hal yang Harus Diperhatikan
Berikut beberapa tips penting agar pemasangan berjalan lancar :
- Gunakan perekat yang sesuai : Hindari penggunaan semen biasa karena kurang merekat pada permukaan keramik lama.
- Perhatikan ketebalan total lantai : Penambahan ketebalan akibat keramik baru bisa berdampak pada tinggi pintu, kusen, dan saluran air.
- Pilih ukuran keramik yang sesua i: Ukuran terlalu besar bisa sulit dipasang jika permukaan dasar tidak sepenuhnya rata.
- Perhatikan motif dan arah pemasangan : Ini penting untuk menciptakan tampilan lantai yang harmonis dan rapi.
Kelebihan dan Kekurangan Pemasangan Keramik Baru di Atas Lama
Kelebihan:
- Hemat biaya dan waktu
- Minim gangguan terhadap struktur bangunan
- Praktis dan cepat selesai
Kekurangan:
- Penambahan ketebalan lantai
- Risiko kegagalan jika permukaan tidak dipersiapkan dengan benar
- Kurang cocok untuk area yang sering terkena air atau lembap seperti kamar mandi
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Tidak membersihkan permukaan lama
- Menggunakan perekat yang salah
- Tidak mengecek kerataan permukaan
- Terburu-buru memasang tanpa perencanaan
- Mengabaikan nat dan jarak antar keramik
Kesimpulan
Memasang keramik baru di atas keramik lama adalah cara hemat waktu dan biaya untuk renovasi lantai Anda. Namun, dengan syarat kondisi keramik lama masih bagus dan pemasangan dilakukan dengan benar, hasil akhir keramik akan kuat, tahan lama, dan estetik.
Kunci sukses dari pemasangan ini adalah penggunaan perekat khusus, persiapan permukaan yang tepat, serta ketelitian dalam menyusun keramik. Hindari kesalahan umum dan ikuti panduan langkah demi langkah diatas agar hasilnya maksimal.
Jika Anda sedang mencari keramik, perekat keramik dan alat pemasangan berkualitas, langsung kunjungi www.bahanmaterial.com – solusi terbaik untuk segala kebutuhan konstruksi dan renovasi rumah Anda.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait dengan distributor bahan bangunan cek disini
Baca juga Yuk, Kenali Perbedaan Keramik dan Granit Sebelum Memilih Lantai!